Disiplin waktu - RUMAHKAYU INDONESIA

728x90 AdSpace

Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Senin, 14 Januari 2013

Disiplin waktu

Oleh Alizar Tanjung

“Menulis itu seperti berenang (Wilson Nadeak)

Apakah anda seorang perenang tangguh, atau perenang pula, atau sama sekali anda tidak pandai berenang. Ups, maafkan kata-kata saya. Apakah yang akan dilakukan seorang perenang supaya ia tangguh menjadi perenang. Menurut saya ia harus rutin berenang. Menurut saya juga perenang itu harus punya waktu tetap untuk berenang. Apakah itu setiap hari Senin, atau hari sabtu, atau hari minggu. Apakh itu dua kali seminggu, atau tiga kali seminggu, atau satu kali seminggu. Tapi tetap saja ia mesti disiplin berenang


Nah, bagaimana dengan penulis. Maimun Herawati, penulis novel Pinkan, ia berututur kepada kami saat diskusi bersama FLP Sumbar di kampus Universitas Negeri Padang. “Saya menulis novel pinkan 15 hari tidak keluar-keluar kamar. Kecuali hanya keperluan tertentu saja.” Nah ini Maimun Herawati yang nama penanya silahkan saja cari di novel Pinkan.

Ragdy F Daye, penulis kumpulan cerpen “Perempuan Bawang dan Lelaki Kaya”, ia menulis pada pagi hari. Hamper setiap hari ia menulis pada pagi hari. Benny Arnas, penulis kumpulan cerpen “Bulan Celurit Api.” Ia menulis pada malam minggu, malam minggunya ia habiskan untuk bermain dengan cerpen di internet. Nah, apa yang dapat pembaca simpulkan tentang ini. Benny Arnas kemudian menjadi cerpenis yang diperbicangkan dalam dunia kepengarangan. Karya-karyanya bermunculan di media lokan dan nasional: Tempo, Kompas, Republika, Jurnal Nasional, Jawa Pos, Riau Pos, Suara Pembaharuan, Suara Merdeka, bahkan sampai ke Malaysia.

Penulis sebaiknya memiliki waktu khusus untuk menulis. Waktu khusus itu bisa jadi pada malam hening. Orang-orang tidur nyenyak tapi ia menghabiskan waktu untuk menulis. Ia lawan rasa kantuk. Ia jauhkan sifat malas yang datang pada dirinya. Penulis bisa jadi menyediakan waktunya setiap pagi untuk menulis. Sekitar satu jam sebelum berangkat kerja, ia menulis. Penulis itu bisa jadi menjadi waktu siang sekedar satu atau dua jam untuk menulis. Pada waktu-waktu khusus itu biasanya penulis menjauhkan dirinya dari hal-hal yang akan mengganggu dirinya. Kalau telpon mau mengganggu ia akan matikan HP-nya. Jika televise akan mengganggu ia akan jauhkan dirinya dari televise.

Penulis itu bisa juga menfaatkan harinya satu hari khusus untuk menulis. Satu hari itu tidak ada aktifitas lain, kecuali menulis. Bisa jadi dia memanfaatkan waktunya dua hari dalam seminggu untuk menulis.

Nah, apa hubungannya dengan motivasi. Apakah yang akan dirasakan jika sesuatu pekerjaan itu telah dilakukan dengan rutin? Apakah yang akan terjadi jika pekerjaan itu dilakukan dengan senang dan teratur. Jawabannya kenikmatan. Kalau suatu pekerjaan itu kita lakukan dengan rutin dan kita senang, kita tidak mau jauh darinya. Kita merasa bahwa “aku harus menulis. Entah menulis. Pokoknya aku harus menulis. Tak penting tentang apa. Pokoknya harus menuliskan segala sesuatu yang aku rasa bisa aku tuliskan.”

Waktu yang teratur membuat hasil karya menjadi teratur.

Saya ingin menyempaikan kepada anda, tentang keluguan saya. Dalam diri saya pada awal-awal menulis saya menargetkan pada diri saya pokoknya harus membuat puisi 2 satu hari. Itu saya lakukan. Saya juga menargetkan saya harus menulis cerpen 3 dalam seminggu. Itu juga saya praktekkan. Tahu apa hasilnya?

Kita sebaiknya juga disiplin dengan karya. Kalau kita disiplin membuat karya, kita akan terbiasa terus berkarya. Apakah kita akan menfokuskan di bidang cerpen, atau puis, atau artikel, atau entah apalagi. Disiplin dalam berkarya membuat kita belajar banyak hal tentang karya.
Disiplin waktu Reviewed by Alizar Tanjung on 00.47.00 Rating: 5 Oleh Alizar Tanjung “Menulis itu seperti berenang (Wilson Nadeak) Apakah anda seorang perenang tangguh, atau perenang pula, atau sam...

Tidak ada komentar: