Worksop Menulis Perdana Rumahkayu - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Kamis, 14 Maret 2013

Worksop Menulis Perdana Rumahkayu

Oleh Alizar Tanjung, Dirut Rumahkayu Group
"Tulisan itu mengabadikan pengarangnya, kalau perkataan mati bersama orangnya," demikian ujar Ade Efdira ya.ng akrab dikenal dengan nama Ragdi F Daye, pada acara workshop menulis Rumahkayu, (2/03) di STKIP PGRI Sumbar.

Mengutip apa yang disampaikan oleh Ade Efdira yang dia kutip dari bahasa latin, bahwa pengaruh tulisan memang signifikan terhadap pengarangnya. Hal ini memperlihatkan luasnya pengaruh teks, tanpa meminggirkan penuturan lisan. Teks dan lisan memang memiliki media yang berbeda, teks medianya tulisan, sedangkan lisan medianya bibir. Lisan berbentuk suara, sedangkan tulisan berbentuk huruf-huruf yang tercetak, apakah pada kertas, batu, internet dalam bentuk soft.

Bahwa teks itu mengabadikan pengarangnya, meski pengarangnya sudah pasti, sudah menjadi rahasia umum. Ide yang dituliskan itu hidup bersama sumbangan pemikirannya. Berbeda dengan ide yang dilisankan, ketika pemiliknya mati ide ikut bersamanya, kalapun tinggal hanya sedemikian kecil saja.

Menuliskan pemikiran, menuliskan ide, memberikan sumbangan dalam rentang yang amat panjang. Sehingga berpuluh-puluh generasi sesudahnya masih dapat menikmati sumbangan pemikiran. Hal ini memperlihatkan begitu besarnya pengaruh dari teks terhadap masa depan.

Workshop kepenulisan yang bertemakan. "Goncangkan Dunia  dengan Tulisanmu" dihadiri oleh peserta yang kebanyakan mahasiswa, yang terdiri dari mahasiswa STKIP, IAIN Imam Bonjol Padang, Unand, mendapat respons antusias dari peserta, ketika berbagai film pendek seputar ide diputarkan oleh Ade Efdira. Mengolah ide menjadi tulisan yang bernas. Sehingga orang dapat menikmatinya.

Dodi Saputra selaku ketua pelaksana, menekankan bahwah menulis itu memberikan efek besar kepada pengarangnya. Dan dia menyatakan bahwa workshop menulis ini berlanjut kepada pelatihan menulis selama dua bulan yang berada dibawah kontrol Rumahkayu, pelatihan berikutnya dimulai Minggu, 24 Maret 2013, di IAIN Imam Bonjol Padang.Menulis adalah peluang untuk menuangkan hidup, pemikiran, ide besar, agar diambil hikmahnya oleh generasi semasanya dan generasi sesudahnya. Kenapa sumbangan-sumbangan Nabi Muhammad saw abadi sampai sekarang, karena para sahabat menuliskannya.

Sejarah itu harus dituliskan, agar dia selalu dikenang. Sejarah yang tidak dituliskan dia akan menjadi fiktif yang kapan pun dapat dimanipulasi.[]





Worksop Menulis Perdana Rumahkayu Reviewed by Alizar Tanjung on 22.02.00 Rating: 5 Oleh Alizar Tanjung, Dirut Rumahkayu Group "Tulisan itu mengabadikan pengarangnya, kalau perkataan mati bersama orangnya," ...

Tidak ada komentar: