Motivasi Menulis: Pada Mulanya Perpustakaan - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Senin, 08 April 2013

Motivasi Menulis: Pada Mulanya Perpustakaan


oleh Alizar Tanjung

Saya selalu memberi tahu orang-orang bahwa saya menjadi penulis bukan karena saya pergi ke sekolah, melainkan karena ibu saya membawa saya ke perpustakaan. Saya ingin menjadi seorang penulis, supaya saya dapat melihat nama saya di kartu catalog. (Sandra Cisneros)


Setiap penulis memiliki pengalaman unik kenapa dia menulis. Kalau diajukan pertanyaan satu persatu akan bermunculan jawaban yang beraneka ra
gam. Ada yang karena diajak guru. Ada yang karena tulisannya dimunculkan oleh guru di Koran. Dan di antara pengalaman unik itu mengerucut kepada karena kebiasaan membaca. Seperti yang dialami Sandra Cisneros.  Sandra menjadi penulis berawal dari kebiasaan ibunya mengantarkan dia membaca buku di perpustakaan. Dari kebiasaan membaca buku diperpustakaan membuat dia ingin menulis, Sandra ingin menemukan dirinya di kartu katalog perpustakaan.
Siapa Sandra? Dia adalah pengarang Amerika.
Mengapa menulis dekat dengan perpustakaan? Mengapa pertanyaan ini yang diajukan kepada pembaca semuanya. Seorang ilmuwan Amerika, Isaac Asimov (1920-1992) menuturkan, "Ketika saya membaca berita tentang cara anggaran perpustakaan dipotong dan dipotong, saya hanya berpikir bahwa Amerik telah menemukan cara lain untuk menghancurkan dirinya sendiri." Pertanyaan yang rada sama muncul, kenapa seorang ilmuwan mengatakan demikian. Orang yang berpengaruh secara keilmuan. Tidak salah kalau alasannya adalah pustaka.
Pustaka adalah tempat menyimpan arsip. Menyimpan dalam arti kata, mendata ulang, mendetailkan, mengembangkan, membiarkan orang-orang berkunjung ke sana. Sebab pustaka adalah gedung yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan buku.
Pustaka adalah jantung ilmu. Sebuah negara dilihat kemajuannya dapat dilihat dari seberapa majunya pustaka di sana. Kalau pustakanya lengkap dapat dikatakan Negara itu sedang maju, kalau pustakanya sedikit atau dapat dikatakan tidak ada, Negara itu sedang menuju kehancuran. Menurut Isaac sedang menyiapkan dirinya untuk menghancurkan dirinya sendiri.
Sandra telah melihat jendela dirinya dari membaca buku-buku di perpustakaan. Sandra telah melihat buku-buku yang amat jujur dalam mengajarinya, buku-buku sangat tabah menemaninya, sehingga sandra mencintainya, Sandra hidup bersama cinta perpustakaan itu.


Motivasi Menulis: Pada Mulanya Perpustakaan Reviewed by Alizar Tanjung on 04.28.00 Rating: 5 oleh Alizar Tanjung Saya selalu memberi tahu orang-orang bahwa saya menjadi penulis bukan karena saya pergi ke sekolah, melainkan ...

Tidak ada komentar: