Motivasi Menulis: Elang Mesin Terbang yang Mengagumkan - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Kamis, 04 April 2013

Motivasi Menulis: Elang Mesin Terbang yang Mengagumkan


Oleh Alizar Tanjung

Bagaimana mungkin anda tid
ak mengambil keputusan terbaik terhadap hidup ayam anda, sementara anda melihat di atas sana elang sedang mengintainya (Alizar Tanjung)


Di waktu kecil, di Dusun Karangsadah, di antara rindang batang kulit manis, dan terik matahari, di kaki bukit di antara bukit yang mengapit Gunung Talang, saya suka memperhatikan elang berkulik di atas langit yang bersih. Dia berputar-putar sambil terus berkulik. Putarannya mirip sekali putaran pesawat terbang.
Putarannya mengagumkan dan kuliknya juga mengagumkan. Tetapi jangan disangka elang terbang yang mengagumkan itu sedang memperlihatkan akrobatnya kepada saya, elang itu sedang mengintai mangsa. Mangsanya ayam kami, kadang ular semak.
Tentunya yang lebih menarik adalah ayam-ayam orang kampugg kami yang dipaut di halaman. Elang sedang mengintainya. Sekali elang mencakar, makanan sudah di hadapannya. Kami suka berlari ke halaman, memperhatikan elang yang berputar-putar itu mirip Sukhoi.
Elang terbang akan mengepakkan sayapnya beberapa kali, kemudian membiarkan tubuhnya melayang serupa layang-layang kertas. Benar-benar melayang, serupa tidak bergerak sayap-sayapanya. Tetapi kalau cakarnya sudah mencengkram, jangan harap mangsa akan luput dari cakarnya. Kecepatan terbangnya 115 KM/jam. Sungguh kecepatan yang mengagumkan.
Bagi pemilik ayam apakah dia biarkan elang itu menangkapnya dan mengatakan itu sudah takdir atau mengabil langkah tegas. Dia masukkan ayam dalam kandang atau memilih tudung ayam yang dari bambu sebagai pelindung. Hidup adalah pilihan, yang berani memutuskan pilihanlah yang menjadi pemenangnya.
Elang terbang tidaklah semudah yang dilihat di atas langit sana. Sebelum dia benar-benar tampak menawan di atas sana, menjadi raja burung bagi sebangsanya, elang benar-benar harus membuat keputusan. Keputusan itu memilih menjadi burung yang bodoh atau menjadi burung yang cerdik. Memutuskan untuk menjadi pejuang atau memilih menjadi elang kalah setelah ditinggalkan induknya. Pada akhirnya elang memutuskan untuk menjadi pemenang.
Laut sekitar Selandia Baru tempat yang baik bagi elang laut. Lima belas spesies dari 20 spesies elang laut atau albatross ini berkembang sepanjang pantai Selandia Baru. Satu-satunya tempat mereka berkembang biak di daratan utama Belahan Bumi Selatan adalah Taiaroa Head, di ujung Semenanjung Ortago, Pulau Selatan Selandia Baru.
Elang Laut Royal Utara menjadikan Selandia Baru sebagai tempat perkembangan-biakan sepanjang hidupnya. Perkembang-biakan dapat berlangsung sepanjang hidupnya. Kehidupannya menarik, dia menghabiskan hidup satu tahun di laut, sekali dua tahun bertelur satu butir. Yang tatkala menariknya, elang laut jenis pasangan yang setia. Burung ini hanya mempunyai satu pasangan seumur hidup. 
Butuh waktu 2 bulan 20 hari bagi elang laut untuk mengerami telurnya yang beratnya dapat mencapai 500 gram. Setelah telur menetas baik elang jantan maupun betina menyuapi anaknya secara bergantian. Cara elang laut menyuapi anaknya cukup menarik. Elang laut yang telah kembali dari laut mencairkan ikan dalam mulutnya, kemudian menyodorkan mulutnya kepada anak-anaknya. Anak-anak mengambil makanan dari ibunya.
Menariknya tubuh anak beratnya dapat melebihi tubuh sang induk. Setelah anak memiliki asupan gizi, pada usia setahun sang induk maupun pejantan akan kembali ke laut. Sedangkan sang anak akan tinggal di sarang sambil belajar terbang.
Sang anak belajar terbang tanpa bantuan induk, mempertaruhkan hidup dan matinya dari atas tebing. Tebing-tebing menjadi ujian paling mematikan bagi anak elang laut. belajar tanpa induk dan pejantan, ujian berat bagi elang laut. Elang laut yang tangguh akan menjadi pengarung lautan lepas yang tangguh. Menangkap ikan-ikan di perairan Pantai Selandia Baru. Menikmati indahnya sambil terbang Pantai Taiaroa Head.
Betapa mengagumkan bagi elang laut, dia memutuskan untuk terbang. Memutuskankan untuk menjadi pengarung laut yang tangguh. Padahal kalau dia tidak hati-hati dia dapat jatuh ke jurang, mati tertancap batu tebing. Lihatlah tebing-tebing yang curam tempat elang beranak-pinak. Melihat tebing itu saja sudah cukup menakutkan. Tebang yang curam lebih mirip kaca yang diberdirikan. Elang yang sedang belajar terbang, terbang di antara tebing. Meski dia bisa saja mati kapan pun bila dia keliru dalam menggerakkan sayap, pilihan telah menjadi hidupnya. Dia tidak takut salah dan tidak mamu tunduk dengan kegagalan. Tunduk pada kegagalan berarti siap mati sia-sia bersama kegagalan itu.
 Elang itu terbang juga pada akhirnya, meski gagal berulang-ulang, meski jatuh berulang-ulang. Dan dia menjadi pemenang, dia memilih hidupnya untuk terbang di laut lepas, mencari ikan diperairan, menjadi mesin terbang yang canggih. Menggunakan kemampuan terbangnya untuk terus mengarungi lautan.
Menulis sebenarnya adalah serupa proses terbangnya anak elang laut. Meski melewati proses terbang, meski gagal berulang-ulang, meski ditolak media berulang-ulang, meski dicemooh. Lebih baik dicemooh daripada tidak dicemooh sama sekali. Dicemooh tanda ada sesuatu yang menarik perhatian pada diri kita yang tidak disenangi orang lain, yang bearti kita telah memiliki keunggulan daripada orang yang dicemooh.
Menulis butuh asupan gizi yang banyak. Burung elang telah memenuhi kecerdasan anaknya dengan gizi dari ikan laut. Elang tahu anaknya butuh gizi, sebab itu dia memenuhi perut anaknya dengan gizi, biar tulang anaknya kuat, biar sayapnya tumbuh dengan baik, biar paruh dapat terbentuk dengan kekuatan yang menakjubkan, biar cakar-cakarnya dapat berfungsi dengan benar. Elang merupakan burung yang memiliki umurnya yang panjang, dia dapat berumur lebih dari 70 tahun, menyamai umur manusia. Cukup mengesankan. Bagaimana elang bisa bertahan hidup selama itu? Hanya elang yang benar-benar telah mengambil keputusan yang cerdas mampu bertahan selama itu.
Kembali kepada persoalan gizi menulis. Gizi akan didapatkan dari protein yang tinggi. Protein dari menulis adalah membaca, menjadi para ahli ilmu, membaca berbagai bidang ilmu pengetahuan, dan spesifik pada bidang tertentu. Membaca koran, buku, gejala alam, gejala sosial, perjalanan.
Seorang yang menulis catatan perjalanan, tentunya dia akan membanca banyak hal yang menarik yang berhubungan dengan tempat-tempat yang dia kunjungi. Apakah itu kesukaan daerah, wisata yang menarik dengan daerah, cerita yang berhubungan daerah. Seorang penulis cerpen juga seperti itu. Asupan gizi cerpen banyak membaca cerpen dan banyak melakukan penelitian terhadap bahan-bahan yang dibutuhkan oleh cerpen.
Saya sangat tertarik dengan kebiasaan burung laut yang belajar terbang. Buat belajar terbang harus memulai dari belajar terbang, tidak dari belajar bagaimana teori terbang. Penulis juga demikian, penulis yang baik itu adalah penulis yang memulai menulis. Dari menulis itulah tahu bahwa terbang itu seimbangnya begini, gerakan sayapnya harusnya segini, pandangannya harus begini.[]

Motivasi Menulis: Elang Mesin Terbang yang Mengagumkan Reviewed by Alizar Tanjung on 11.18.00 Rating: 5 Oleh Alizar Tanjung Bagaimana mungkin anda tid ak mengambil keputusan terbaik terhadap hidup ayam anda, sementara anda melihat ...

Tidak ada komentar: