Rusli Marzuki Saria - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Kamis, 04 April 2013

Rusli Marzuki Saria

Oleh Alizar Tanjung

H. Rusli Marzuki Saria yang akrab dipanggil “Papa” lahir di  Kamang, Bukittinggi 26 Februari 1936. Dia dibesarkan di tengah keluarga dan lingkungan pedesaan Minangkabau yang sarat dengan tradisi ajaran Islam. Nama belakangnya, Marzuki Saria berasal dari nama ayahnya, Marzuki. Papa, anak laki-laki satu-satunya dari 17 bersaudara. Rusli menamatkanSD di Lubuak Basilang, Payakumbuh setelah meninggalnya ibunda tercinta di tahun 1946. Pada tahun 1953 menamatkan SMP (sore) dan pada tahun yang sama ayahanda beliau meninggal. Pap menamatkan SMA bag. A pada 1957.

Pernikahan Papa dengan Haniza Musa, 4 Mei 1963, dikaruniai empat orang anak. Dua laki dan dua perempuan. Nama-nama anak Papa Fitri Erlin Denai (Padang, 23 Januari 1964), Vitalitas Fitra Sejati (Padang, 24 Januari 1966), Satyagraha (Kamang, 20 Juli 1968, dan Diogenes (Padang, 14 Mei 1970).

Sedangkan dunia kepenyairan papa sudah dirintis dari 1957. Karya-karya Papa sudah beredar semenjak 1957. Papa telah menulis di majalah Indonesia, Konfrontasi, Panji Masyarakat, Budaya Jaya, Mimbar, Basis, Horison, Majalah Zaman Baru, Aman Makmur, Respublika, Sinar Harapan, Suara Karya.

Papa telah menerbitkan buku sajak Pada Hari Ini, Pada Jantung Hati (Penerbit Genta Padang). Monumen Safari: Antologi Berempat (Penerbit Genta Padang, 1996), Ada Ratap, Ada Sunyi (Penerbit Puisi Indonesia, Jakarta, 1976), Tema-tema Kecil (Penerbit Puisi Indonesia, Jakarta, 1976), Sendiri-sendiri, Sebaris-sebaris, dan Sajak-sajak Bulan Pebruari (Penerbit Puisi Indonesia, Jakarta, 1976), Sembilu Darah (Lima kumpulan sajak, Dewan Kesenian Sumbar dan pustaka Sastra, Jakarta, 1996), Parewa: Sajak Dalam Lima Kumpulan (1960-1992) (Penerbit, Grasindo, 1998). Mangkutak di Negeri Prosa Liris (Penerbit, Grasindo, 2010).

Pada tahun 1953 dia diterima menjadi pegawai negeri sipil di kepolisian Sumatera Tengah di Bukittinggi. Rusli diangkat menjadi calon Clerk (juru tulis) golongan III A di kantor Koordinator Mobiele Brigade (Mobbrig) korsp 106 Sumatera Tengah. Pada tahun 1958 ketika terjadi pemberontakan PRRI (permesta Perang Revolusi Republik Indonesia-Perlawanan Rakyat Semesta), Rusli Marzuki Saria dipecat dari kepolisian karena terlibat daerah Sumatera Tengah. Sejak tahun 1962 bekerja sebagai tenaga tata usaha di koperasi Batik Fajar Putera sampai tahun 1969. 

Papa bergabung dengan Haluan semenjak 1969, barulah bulan Juli 1999 pensiun setelah 30 tahun berkarir sebagai wartawan. Mantan Redaktur Haluan yang sangat apresiatif terhadap para penyair-penyair muda ini telah mengunjungi manca Negara dengan profesi sebagai penyair dan wartawan. Dia telah mengunjungi Malaysia, Bangkok, Singapura, Australia (Townsvils, Cairs), Jerman Barat (Frankfurt, Koln, Munich, Berlin Barat, Hamburg). Menerima hadiah sastra 1997 dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, dengan kumpulan sajak Sembilu Darah. Mantan Agen Polisi Kepala (Brimob), Pernah menjabat sebagai anggota DPRD tingkat II Padang.*
Rusli Marzuki Saria Reviewed by Alizar Tanjung on 10.24.00 Rating: 5 Oleh Alizar Tanjung H. Rusli Marzuki Saria yang akrab dipanggil “Papa” lahir di  Kamang, Bukittinggi 26 Februari 1936. Dia dibesarka...

Tidak ada komentar: