Perempuan dan Tindak Kejahatan - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Selasa, 24 Maret 2015

Perempuan dan Tindak Kejahatan

Prempuan dan Tindak Kejahatan
Oleh Desi Sommalia
(Rumahkayu Pekanbaru)

ilustrasi net

             Dalam film Twilight, pada sebuah adegan, salah satu pesan yang diucapkan sang Ayah kepada puterinya, Bella Swan (Kristen Stewart), saat sang anak akan pergi ke luar rumah bersama teman lelakinya Edward Cullen (Robert Pattinson) adalah jangan lupa membawa semprotan merica di dalam tasnya. Pesan ini dapat diartikan bahwa sang Ayah ingin memberikan perlindungan pada anak gadisnya dari tindak kejahatan melalui benda kecil berupa semprotan merica.
Semprotan merica adalah alat yang dapat membantu atau mengantisipasi dalam hal memberikan perlindungan terhadap kejahatan yang selalu mengintai perempuan. Semprotan merica diciptakan mirip seperti gas air mata yang bisa melumpuhkan pihak lawan yang berniat tercela. Jika mengenai bagian mata maka cairan yang keluar dari benda kecil tersebut akan memberikan efek perih dan bisa membuat seseorang kehilangan konsentrasi. Karena efek yang ditimbulkan oleh alat ini pula tampaknya sang Ayah yang berperan dalam film Twilight tersebut mewanti-wanti anak gadisnya agar tidak lupa membawa semprotan merica ketika akan ke luar rumah.
Namun, dari pesan tersebut sejatinya tersirat jelas betapa besar kecemasan sang Ayah akan keselamatan anak gadisnya saat berada di luar rumah dari tindak kejahatan yang bisa saja sewaktu-waktu menimpa anak perempuannya. Twilight memanglah sebuah film, tetapi dalam kehidupan nyata sekalipun kekerasan terhadap perempuan merupakan sesuatu yang amat sering terjadi. Bahkan tingkat kejahatan terhadap perempuan sudah semakin tinggi dan kian meresahkan masyarakat. Berbagai tindak kriminal seperti pencurian, perampasan, penculikan, perkosaan, hingga pembunuhan kerap kita dengar terjadi dihampir semua tempat di dunia, di barat dan timur. Termasuk di Indonesia.
Indonesia bahkan seolah menjelma menjadi surga bagi tindakan kekerasan, pelecehan seksual, dan perkosaan terhadap perempuan. Lihatlah misalnya lokalisasi menjamur baik terselubung maupun terang-terangan. Perempuan seakan hanya dipandang dan dihargai sebatas pada tubuh dan vaginanya semata. Jika kita tilik lebih jauh, perempuan di lokalisasi tersebut semata-mata hanya dijadikan obyek pemuas nafsu lelaki dan tidak ada nilainya. Tak ubahnya seperti tebu diambil manisnya lalu sepahnya dibuang.
            Tak hanya ditempat-tempat pelacuran, pelecehan terhadap perempuan kerap pula menimpa para pekerja perempuan ditempat-tempat mereka bekerja baik resmi maupun tidak resmi. Terhadap buruh migran misalnya. Banyak kasus buruh migran yang kita jumpai-terutama para perempuan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, yang disiksa majikan, tidak mendapat perlindungan hak, dilecehkan, dan diperkosa. Dan jika boleh jujur kasus-kasus kekerasan yang menimpa para buruh migran di luar negeri tersebut terjadi secara berulang. Tetapi yang tak kalah menggiriskan dari itu, nasib buruk terhadap pekerja perempuan Indonesia tak hanya terjadi di luar negeri. Di tanah air pun tak sedikit perempuan mengalami berbagai macam kekerasan ditempat-tempat mereka bekerja.
            Pelecehan terhadap perempuan ditempat kerja misalnya berupa prilaku negatif, tidak senonoh, ataupun yang berkonotasi seksual yang dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh mereka yang menjadi sasaran. Salah satu contoh dari beberapa pelecehan seksual yang lebih ekstrim adalah mengintimidasi atau mengancam para perempuan untuk melakukan berbagai kegiatan yang bisa membuat korban mau melakukan berbagai kegiatan yang tidak diinginkan. Seperti ajakan melakukan hubungan seksual atau perkosaan. Tatapi tak jarang kita temui reaksi korban terhadap kasus pelecehan seksual tersebut bersikap pasif karena berbagai faktor seperti ancaman, rasa malu dan sebagainya.
Dari sini dapat kita lihat bahwa perempuan masih sangat rentan terhadap berbagai tindak kejahatan. Padahal dalam perspektif yang lebih luas, penindasan terhadap perempuan sejatinya adalah penindasan terhadap peradaban.

   SELESAI
Perempuan dan Tindak Kejahatan Reviewed by Kabara on 23.46.00 Rating: 5 Prempuan dan Tindak Kejahatan Oleh Desi Sommalia (Rumahkayu Pekanbaru) ilustrasi net                Dalam film  Twilight...

Tidak ada komentar: