Satu Orang Satu Pustaka Keluarga (Diskusi Rumahkayu Pekanbaru) - RUMAHKAYU INDONESIA

728x90 AdSpace

Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Minggu, 19 April 2015

Satu Orang Satu Pustaka Keluarga (Diskusi Rumahkayu Pekanbaru)

"Kita membagi pembahasan pada pertemuan ini menjadi empat bagian. Pertama  bagian perkenalan diri saya sendiri. Kedua bagian pengenalan rumahkayu. Ketiga bagian personality. Keempat baru bagian tentang kepenulisan," ujar Alizar Tanjung selaku Pimpinan Rumahkayu Group.

Pimpinan Rumahkayugroup berkunjung ke Rumahkayu Pekanbaru, Sabtu, 18 April 2015. Kunjungan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap keseriusan Rumahkayu Pekanbaru melakukan pembinaan terhadap mereka orang-oran muda berbakat. Mereka yang memiliki talenta.
"Aku bisa," demikian beliau menggambarkan tentang sebuah keyakinan yang tertanam ketika pertama kali memulai debut di bidang kepenulisan secara serius di tahun 2007.
Menurut beliau hal pertama yang dimiliki orang besar adalah adanya kepercayaan besar dalam dirinya bahwa dia bisa melakukan sesuatu yang diinginkan itu. Kepercayaan atau keyakinan yang tertanam dalam diri seseorang, ketika keyakinan itu memiliki energi yang full, maka semangat akan terjaga secara konstan.
"Saya mengatakan pertama kali kepada diri saya, saya bisa menulis," ujar Alizar Tanjung yang lebih akrab di sapa dengan "Bang Ali". Menulis tidak bisa hanya dilakukan karena persoalan hobi, ingin mencoba, menulis membuahkan hasil karena kita memang ingin melakukannya dengan menyenangkan dan serius.

Karena pentingnya believe dalam diri seseorang, oleh sebab itu beliau mengarahkan setiap orang dalam Rumahkayugroup hendaknya mengenali diri mereka sendiri. Artinya mereka secara sadar melakukan pekerjaan kepengarangan, begitu juga dengan pekerjaan design, pekerjaan komikus.

Keunikan dari Rumahkayu terletak pada beberapa aspek penting yang ditanamkan kepada anggota.

"Rumahkayu berdiskusi dengan berorientasi pada tujuan dan proses. Kita tidak berorientasi pada masalah. Setiap kita mencapai apa yang kita inginkan. Menyeimbangkan antara kualitas dan kuantitas. Kemudian dalam berdiskusi kita lebih menggunakan sugesti positif dan mengkritisi karya. Satu orang dalam setiap keluarga mempunyai pustaka keluarga." Demikian di antara poin-poin materi yang disampaikan dalam diskusi di lantai III Pustaka Wilayah.

Acara dimulai pukul 10 pagi. Tema pembahasan awal tentang perkenalan Pimpinan Rumahkayugroup,   mengenal lebih dalam Rumahkayu, personality. Siangnya dilanjutkan dengan pembahasan materi kepenulisan.
Kedatangan Bang Ali mendapatkan sambutan hangat dari Anggota Rumahkayu Pekanbaru. Setiap anggota mempunyai talenta masing-masing. Rezky Fadillah sebagai contohnya, Rezky sedang penyelesaian dua naskah. Dia menyampaikan betapa ide buku terputus di tengah jalan. Setelah mendiskusikan bersama Bang Ali, Rezky mendapatkan pencerahan tentang bagaimana mengembangkan outline. Begitu juga dengan Robbi Sunarto yang mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai bagaimana mengembangkan dialog dan deskripsi dalam cerpen.

"Ternyata memakai teknik deskripsi membuat cerita lebih berkembang," ujar Robi di sela-sela diskusi.

Desi Sommalia selaku koordinator Rumahkayu Pekanbaru memandang bahwa keberadaan komunitas membantu menjaga semangat untuk konsisten dalam menulis. Begitu juga dengan Mustopa Kamal Btr yang merasakan bahwa kehadiran komunitas kembali menormalkan semangatnya yang sempat down karena persoalan keberadaan komunitas yang tidak konsisten. Sekarang keberadaan Rumahkayu kembali memompa semangatnya. Mustopa ke depannya berencana menerbitkan buku pertama sebagai buah karya dari Rumahkayu Pekanbaru. Mustopa merupakan di antara anggota yang cukup energik menyuarakan Rumahkayu di Pekanbaru begitu juga dengan Abdul Hamid yang kebetulan tidak datang di acara diskusi.

Kedatangan Alizar Tanjung ke Pekanbaru juga tidak terlepas dari keberadaan Syafri. Syafri orang pertama yang menyambut Pimpinan Rumahkayugroup di hari pertama kedatangannya di Kota Pekanbaru, Jumat, 17 April 2015.

"Bang Alizar Tanjung," ujarnya menyapa Pimpinan Rumahkayu ketika pertama dia menjemputnya di depan hotel Mona. Padahal mereka belum pernah bertemu sebelumnya.
Syafri memiliki talenta di bidang design. Malamnya dia sempat belajar design cover buku bersama Alizar Tanjung. Syafri ahli di bidang mendesign, layout buku. Keahlian dia di bidang design sebuah modal besar bagi keberadaan Rumahkayu Pekanbaru ke depan.

Syafri memang tidak dapat hadir di acara diskusi, sebab bertemunya jadwal kuliah dan jadwal diskusi. Namun keberadaan Syafri penting dalam mendukung berjalannya acara diskusi dengan tema proses kreatif yang disampaikan pimpinan Rumahkayugroup.

"Kalau kembali ke Pekanbaru, langsung kontak saya, Bang," demikian tawaran Syafri. Dia merupakan salah satu aset yang dibina oleh Desi Sommalia selaku koordinator Rumahkayu Pekanbaru.

Rumahkayu Pekanbaru juga membina komikus cilik, Salsa. Dia baru SMP. Salsa datang bersama kakaknya Watri. Watri menggeluti dunia cerpen. Kemudian juga hadir Rival yang memilih menulis cerpen. Kemudian ada Yan, yang juga ahli di bidang design.

(Admin)
Satu Orang Satu Pustaka Keluarga (Diskusi Rumahkayu Pekanbaru) Reviewed by Alizar Tanjung on 10.56.00 Rating: 5 "Kita membagi pembahasan pada pertemuan ini menjadi empat bagian. Pertama  bagian perkenalan diri saya sendiri. Kedua bagian pengenal...

Tidak ada komentar: