LITERASI DI BAWAH LANGIT ( Launching & Bedah Novel "Di Bawah Langit Dua Benua" karya Rofiq L Hayat​ Hayat) - RUMAHKAYU INDONESIA

728x90 AdSpace

Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Minggu, 24 Mei 2015

LITERASI DI BAWAH LANGIT ( Launching & Bedah Novel "Di Bawah Langit Dua Benua" karya Rofiq L Hayat​ Hayat)



Rumahkayu Indonesia _ 250-an peserta mengikuti Launching & Bedah Novel "Di Bawah Langit Dua Benua" karya Rofiq L Hayat​ Hayat, Minggu (24/5/2015), di Teater Tertutup FBS UNP (Padang, Sumatera Barat), dengan Pembahas Muhammad Subhan​ (Penulis & Pegiat FAM Indonesia) dan Alizar Tanjung​ (Penulis & Pegiat Rumahkayugroup​).

Suara Arif Hidayatullah membuat peserta bertepuk tangan bergemuruh ketika dia membawakan lagu solonya saat pembukaan lauching. Kemudian berganti dengan suara lantang dari lantai dua pertunjukan FBS UNP. Winarno membacakan puisi dari tempat yang tidak terduga-duga. Berjalan perlahan ke Panggung. Di akhir pementasan pembacaan puisi, Winarno membuang kertas puisinya. Lagi-lagi peserta bertepuk tangan. Begitulah suasana pembukaan Launching dan Bedahbuku "Di Bawah Langit Dua Benuar" karya Rofiq L Hayat.


"Saya apresiasi terhadap novel Di Bawah langit Dua Benua karya Rofiq L Hayat. Semoga terusnya berlahiran Rofiq-Rofiq dan Rofiqah-Rofiqah yang lainnya," ujar Pembantu Dekan III FBS UNP Drs. Esy Maestro, M.Sn, yang membuat peserta tertawa bahagia mendengar kata Rofiqah, saat seremonial peluncuran buku.

Di Bawah Langit Dua Benua mengambil setting novel di mulai dari London, Paris, Jerman, Swiss, Albania, Istanbul, Jepang, Indonesia (Payakumbuh). Novel dimulai dengan duduknya dua orang tokoh Hendra dan Yuki di tepi sungai Themes. Mereka merencanakan perjalanan keliling Eropa. Yuki sebagai tokoh yang memiliki semangat petualangan yang menggebu-gebu, dia terus membujuk Hendra. Akhirnya perjalanan itu dimulai. Dan dalam perjalanan bertemu tiga tokoh perempuan yang dalam hal ini menciptakan kisah cinta dalam novel. Mereka itu: Emma di London, Aisyah di Swis (Zurich), dan Harumi di Jepang.

"Novel Rofiq L Hayat secara garis besar mengangkatkan dua tema. Pertama tema petualangan. Kedua tema Roman. Secara garis besar novel ini melakukan petualangan ke banyak negara. Kemudian selama perjalanan dibangun keberadaan percintaan dari tiga perempuan cantik dari negara-negara berbeda," ujar Alizar Tanjung penulis novel Anak-anak Karangsadah.

Lelaki yang kerap dipanggil Bang Ali ini menambahkan, novelnya Rofiq berpotensi untuk masuk ke penerbit mayor. Kalaulah penulisnya lebih sabar, lebih tenang, dalam menggarap novel ini, novel ini akan menjadi novel yang bagus, tambahnya. Dia menambahkan Rofiq mempunyai kekuatan dalam melakukan deskripsi dalam novelnya.

Muhammad Subhan sang pengarang novel Rinai Kabut Singgalang menyampaikan, "Rofiq memiliki kekuatan dalam kedatailan menyampaikan cerita. Novel Rofiq ini jenis petualangan. Karl May dalam novel Winnetou juga melakukan hal yang sama." Meski Rofiq belum pernah ke London, Prancis, Istanbul, tetapi penggambarannya cukup detail. 

Muhammad Subhan menguraikan kembali bagaimana perjalanan tokoh dari satu negara ke negara lain, kemudian menghadirkan konflik demi konflik.

Novel ini mempunyai banyak keunggulan dan juga juga ada sisi kelemahan, seperti logika cerita, kesalahan editing, kekurangan dalam hal design cover dan layout. Kedua pemateri memberikan kritikan terhadap design cover, layout, editing, kemudian kesabaran dan ketenangan dalam menggarap novelnya.

Kemudian sesi launching dan bedah buku diakhiri dengan penampilan pantomin. /
( http://www.rumahkayuindonesia.com/ )


LITERASI DI BAWAH LANGIT ( Launching & Bedah Novel "Di Bawah Langit Dua Benua" karya Rofiq L Hayat​ Hayat) Reviewed by Alizar Tanjung on 04.50.00 Rating: 5 Rumahkayu Indonesia _ 250-an peserta mengikuti Launching & Bedah Novel "Di Bawah Langit Dua Benua" karya Rofiq L Hayat​ H...

Tidak ada komentar: