Mencuri Proses Kreatif Menulis dari C.S Lewis, Penulis Fantasi The Chronicles of Narnia - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Jumat, 29 Mei 2015

Mencuri Proses Kreatif Menulis dari C.S Lewis, Penulis Fantasi The Chronicles of Narnia

Sobat Spoila, Tolkien memerlukan waktu 7 tahun menyelesaikan The Hobbit. Akan tetapi, sahabatnya C.S Lewis menulis semua kisah 7 novel fantasi   The Chronicles of Narnia dalam waktu yang kurang dari itu. Prince Caspian memerlukan waktu 6 bulan untuk diselesaikan pada tahun 1951.   The Voyage of Dawn Trader dan The Silver Chair, Lewis tulis dalam waktu 3 bulan dalam tahun yang berbeda. Selanjutnya The Horse and His Boy, Lewis selesaikan pada tahun 1954. Akhrnya dua seri terakhir , The Magician Nephew dan The Last Battle, Lewis kerjakan bersamaan meski dengan waktu penyelesaian yang berbeda.
Cepat sekali bukan C.S Lewis menyelesaikan seri The Chronicles of Narnia? Apakah yang menginspirasi C.S Lewis menulis dan bagaimana C.S Lewis menulis cerita fantasinya? Spoila, mencuri sedikit proses menulis yang dilalui oleh C. S Lewis.Enjoy Your Read.

1. Menulis Melalui “Mental Picture

Lewis menggunakan proses penulisan yang berbeda dari Tolkien. Bahan untuk cerita terbentuk dalam benaknya  sebagai ” gambaran mental”. Semua fiksi Lewis, termasuk The Chronicles of Narnia dan tiga buku fiksi ilmiah, dimulai dengan gambaran dalam pikirannya. Dia tidak tahu bagaimana atau mengapa mereka datang, tapi ia menulis cerita tentang berdasarkan gambaran itu. Kemudian ide cerita berkembang seperti “gelembung-gelembung” ke dalam bentuk cerita. Seperti Tolkien, Lewis dapat meninjau kembali ceritanya lalu menuliskan ulang  setelah ditinggalkan bertahun-tahun. Lewis hampir tidak pernah menulis lebih dari satu draft novelnya, tetapi ia melakukan revisi dalam ceritanya.
The Lion, the Witch and the Wardrobe dimulai dengan gambar dari Faun membawa payung dan parsel di kayu bersalju serta Ratu salju di sebuah kereta luncur. Lewis memiliki gambar ini dalam pikirannya sejak berusia sekitar enam belas tahun. Saat  berusia empat puluh tahun, Lewis memutuskan untuk mencoba menulis cerita berdasarkan gambaran itu. Pada awalnya, Lewis hanya memiliki sedikit ide cerita sampai kemudian Aslan berlari ke dalamnya. Lewis tidak tahu dari mana Aslan berasal kecuali ia pernah mengalami mimpi buruk tentang singa. Setelah Aslan ada, cerita kemudian berkembang Lewis memasukkannya dalam dalam tujuh cerita dalam The Chronicles of Narnia.

2. Menulis “as an expression of worldview

Lewis memulai dengan gambar mental setelah itu kemudian dikembangkan sebagai ekspresi atau pandangannya terhadap dunia. Dalam ‘‘Sometimes Fairy Stories May Say Best What’s to Be Said,’’ Lewis menggambarkan dua sisi penulis: Penulis dan Manusia. “The Author” menulis untuk melepaskan dorongan kreatif, dimulai dengan gambaran mentalnya dan kemudian mencari bentuk sempurna dari ceritanya. “The Man”  memasuki cerita yang kemudian mengarahkan penulisan pada beberapa akhir: to please, instruct, atau communicate. Lewis mengaku dia tidak pernah bisa memulai sebuah cerita dengan pesan moral terlebih dahulu. Akan tetapi, Lewis menemukan moral dengan menulis cerita.

3. Menulis Sebuah Proses “Bird Watching

Lewis membandingkan proses menulisnya seperti pengamatan burung. Gambar selalu datang pertama kali sebagai sumber cerita. Beberapa dari gambaran itu memiliki rasa  atau bau yang sama sehingga Lewis dapat kelompokkan. Sebuah kelompok mungkin bergabung untuk membuat sebuah cerita lengkap. Namun karena biasanya ada kesenjangan, Lewis perlu sengaja menemukan hal-hal untuk menjelaskan alasan mengapa karakter melakukan hal-hal tertentu dalam cerita.

4. Menulis Membedakan Antara “Content” dan “Form

Lewis selalu membedakan antara isi dan bentuk. Menurut Lewis bentuk harus mengandung kebenaran. Gambar yang berada dalam alam pikirannya kemudian menjadi peristiwa-peristiwa yang menjalin sebuah cerita. Bagi Lewis bentuk cerita fantasi merupakan sebuah jembatan yang dapat menghubungkan dua dunia, dunia imajinasi dan dunia nyata. Bentuk fantasi inilah yang kemudian sama-sama dipilih oleh C.S Lewis dan J.R.R Tolkien.
Sobat Spoila, detentang proses kreatif yang dilalui oleh C.S Lewis.  Semoga bisa menjadi pendorong untuk tulisan yang kamu buat. Salam Spoila.

http://spoila.net/mencuri-proses-kreatif-menulis-dari-c-s-lewis-penulis-fantasi-the-chronicles-of-narnia/
Mencuri Proses Kreatif Menulis dari C.S Lewis, Penulis Fantasi The Chronicles of Narnia Reviewed by Alizar Tanjung on 18.55.00 Rating: 5 Sobat Spoila, Tolkien memerlukan waktu 7 tahun menyelesaikan The Hobbit. Akan tetapi, sahabatnya C.S Lewis menulis semua kisah 7 novel fa...

Tidak ada komentar: