PERSEPSI - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Senin, 03 Agustus 2015

PERSEPSI


Persepsi dan prasangkalah yang mengerdilkan orang besar, melemahkan yang kekar, dan melayukan yang segar. Persepsi jugalah yang menguatkan yang lemah, memenangkan yang kalah, dan membugarkan yang lelah.
[dari buku Bangga Jadi Perempuan karya Yusrina Sri]

Engkau tahu wahai Sahabatku, mengapa orang Cina selalu sukses di mana pun mereka tinggal dan hidup? Walau jauh dari kampung halaman, walau jauh merantau, menetap, hidup, dan beranak-cucu di tanah tumpah darah orang lain, namun mereka selalu sukses dalam berniaga, berdagang, berwirausaha, berbisnis, hingga kaya raya? Engkau ingin tahu mengapa, Sahabatku?

Pagi-pagi buta, saat kota-kota mulai bangun dan menyeruak, tiap kali kita menyapa teman atau pun tetangga kita, "mau ke mana?" maka, mereka akan menjawab, "ke kantor, kerja!" Namun, saat kita bertanya kepada orang Cina, mereka akan menjawab, "mencari uang!" Lantas di mana letak perbedaannya yang mana perbedaan itu pun akan memberikan hasil yang berbeda? Letaknya ada pada PERSEPSI.

Persepsi itulah yang menjadikan orang Cina bergerak bukan sebagai bentuk KERJA namun mencari uang untuk nafkah anak istrinya di rumah. Sementara orang Indonesia, otaknya telah disetting dengan persepsi bahwa mereka pergi pagi pulang petang itu sebagai bentuk kerja, sehingga ada kesan beban di pundaknya. Coba diganti persepsi KERJA itu dengan MENCARI NAFKAH yang halal? Nah, tentu kita lebih enjoy, santai, dan hasilnya pun berkah, tidak memberi beban, kesulitan. Its only about a small thing called perseption!

Mari kita lihat, mengapa orang tua kita baik Ayah maupun Ibu bisa bertahan kerja banting tulang panas-panas di tengah sawah dari subuh hingga sore? Mengapa Ibu kita kuat berjualan seharian? Mengapa mereka sanggup menjalankan tugasnya di kantor, di sekolah, dan di tempat-tempat di mana mereka biasa mencari nafkah? Semua itu karena persepsilah yang membuat mereka kuat, semangat. Persepsi bahwa mereka sedang berusaha demi anak, istri, cucu, dan lainnya. Persepsi itulah yang membuat mereka bertahan.

Apa yang menguatkan induk burung terbang jauh meninggalkan sarangnya demi seekor dua ekor cacing? Karena dia tahu, ada anak burung yang menunggunya di sarang mereka. Mengapa seekor singa jantan bisa bertarung mati-matian dengan singa lainnya yang ingin mengganggu anak istrinya? Karena ia yakin, adalah kewajibannya melindungi mereka. Dan itu tidak menjadi beban baginya. Semua itu bermula dari persepsi.

Maka, mulailah kita merubah masa depan dengan mulai merubah persepsi dan cara pandang kita terhadap diri kita, hidup kita, usaha kita, hasil kita, dan takdir kita.



Salam,

Rumahkayu Indonesia
04 Agustus 2015
PERSEPSI Reviewed by Yusrina Sri on 19.49.00 Rating: 5 Persepsi dan prasangkalah yang mengerdilkan orang besar, melemahkan yang kekar, dan melayukan yang segar. Persepsi jugalah yang menguatk...

Tidak ada komentar: