ESOK (BISA JADI) AKU TIADA - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Kamis, 22 September 2016

ESOK (BISA JADI) AKU TIADA

Aku akan menculikmu hari ini. Seharian suntuk. Pukul enam pagi kau kujemput, pukul enam sore kau kuantar lagi. Tepat di depan pagar rumahmu. Kau tentu sudah tahu, aku selalu memegang kata-kataku.

Kau jangan bertanya apa pun. Apa pun. Kau tak boleh tahu ke mana aku akan membawamu, apa yang akan kita lakukan, apa pun, kau tak boleh bertanya dan tahu. Cukup kau bangun pagi-pagi, mandi, berpakaian rapi, sesederhana yang biasa kau lakukan, sebab kau selalu indah bagiku, seperti apa pun tampilanmu. Kau tunggulah aku pukul enam di depan pagar. Aku akan datang, bertemu ibumu sebentar, dan pamit. Jangan risau, aku lebih baik mati bila kau kena apa-apa.

Hari ini, kau akan jadi putri. Aku tak jadi pangeran. Aku akan jadi pelayan. Segalanya aku siapkan dengan sempurna dan purna untuk kau semata. Khusus hari ini. Mungkin kau akan bertanya kenapa, ada apa, aku gila atau sedang sakit dan meregang nyawa? Aku akan menjawabnya dengan tawa yang renyah.

Apa pun itu, aku ingin kau menikmati segala kebahagian hari ini. Entah itu hanya setangkai bunga yang aku tanam sendiri, aku rawat, dan saat berbunga kuselipkan ia di daun telingamu. Entah itu hanya duduk bersisian di bibir danau, memandang air nan tenang, lalu saling bertukar cerita dan kenang, lalu saling merasakan sesak rasa bersitumpuk dalam dada. Kau adalah nama yang kadung candu kulafalkan, baik saat terjaga maupun tidak.

Sayang, usah kau gulana. Aku baik-baik saja. Akan tetap di sisimu hingga seribu tahun mendatang, juga akan setia tak peduli sekuat apa badai menghadang. Usah bingung mengapa aku tiba-tiba begini. Aku hanya sedang berpikir, esok bisa jadi aku tiada. Sebelum itu, inginku adalah agar isi kelapaku dua pertiganya dirimu. Sisanya, biarlah tentang carut marut entah berentah dunia ini.[YS]
ESOK (BISA JADI) AKU TIADA Reviewed by Alizar Tanjung on 02.23.00 Rating: 5 Aku akan menculikmu hari ini. Seharian suntuk. Pukul enam pagi kau kujemput, pukul enam sore kau kuantar lagi. Tepat di depan pagar rumahm...

Tidak ada komentar: