PENANTIAN - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Minggu, 25 September 2016

PENANTIAN



Aku bahagia menanti. Bisa menungguimu dalam penantian bagiku hal yang membahagiakan. Sebab kedatanganmu bukanlah hal yang mustahil, bukan? Karena itulah, aku dengan perasaan berbunga-bunga senantiasa menantimu kembali.

Dalam penantian, aku belajar banyak hal, terutama belajar memercayai. Penantian bukan hanya perihal bersetia, yang paling penting dan di atas segalanya adalah memercayai. Percaya bahwa yang dinanti akan kembali. Aku percaya dengan segenap jiwa bahwa kau tak akan membelot ke jalan lain dan memutuskan tak datang lagi. Toh semua yang pergi pada akhirnya akan kembali. Katamu, akulah jalan kembali bagi setiap langkah pergi. Aku yakin hal itu. Yakin bukan karena itu adalah katamu. Aku yakin karena diriku sendiri. Sepenuhnya yakin. Sebenar-benarnya percaya.

Usah kau berpikir aku dalam menantimu semisal pesakitan yang tengah nelangsa menanti hari ajal. Tidak, Sayang. Aku baik-baik saja. Aku bahagia. Asal kau kembalilah. Aih, apakah aku terkesan meragu? Tidak! Tidak sama sekali. Aku sepenuhnya percaya, dengan cara apa pun Tuhan akan mengembalikanmu; entah itu utuh jasad, ruh, dan jiwamu, atau hanya jasadmu saja, atau (semoga saja tidak) hanya kabar yang bertandang bahwa kau tiada akan pernah kembali lagi. Bagaimanapun jua, dalam penantian, skenario terburuk adalah yang sering membayang-bayangi diri seberapa kuat pun aku memercayai.[YS]
PENANTIAN Reviewed by Yusrina Sri on 19.34.00 Rating: 5 Aku bahagia menanti. Bisa menungguimu dalam penantian bagiku hal yang membahagiakan. Sebab kedatanganmu bukanlah hal yang mustahil...

Tidak ada komentar: