LAMUNAN - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Rabu, 26 Oktober 2016

LAMUNAN




Kau sedang berpikir keras. Keras sekali. Bahkan kau tiada sadar aku telah mengetuk pintu dua-tiga kali, lalu menyerobot masuk lantaran tak kunjung terdengar jawaban dari dalam. Memang pintu depan tak pernah kau kunci. Kau tahu aku selalu datang pada waktu yang sama. Dan aku mendapatimu tengah melamun. Bisa dikatakan cukup tenggelam dalam lamunan. Entah apa yang kau pikirkan, aku tak tahu.

"Untuk apa kau datang?" Aku tersentak bukan main. Kau tiba-tiba bersuara. Pandangmu masih terlempar jauh, jauh ke luar jendela.

"Aa .. kau tak perlu bertanya lagi bukan?" Aku sedikit cengengesan. Brokoli, seledri, bawang merah, bawang putih, salada, dan segala macam yang kuborong dari pasar kuletakkan di atas meja dapur. Akan kusimpan dalam lemari pendingin.

"Untuk apa kau datang?" Lagi-lagi kau bertanya. Aku hanya bungkam. Ah biarlah, kau pasti masih melamun.

"Kau tahu, kau tak perlu repot-repot datang. Sungguh!" Aku menatapmu. Kau tak menatapku. Tatapanmu masih kaulempar nun ke luar jendela. Entah pada apa, entah apa siapa.

"Kau kenapa, Nun?" Selidikku sembari mengemasi barang-barang di dapur.

"Tolonglah! Usah banyak bertanya," hardikmu. Aku tercenung. Kau sama sekali tak menoleh padaku. "Aku mohon, esok dan seterusnya, jangan datang lagi. Jangan!" Suaramu merendah. Pelan. Seakan ada tangis yang kautelan dalam-dalam.

Aku mengembuskan napas berat. Baiklah, kataku membatin.

Kau tiba-tiba menoleh. Wajahmu seketika merona. Kau menatapku dengan senyum merekah. "Kau sudah datang?" Nada suaramu riang. Bergegas kau mendekat. Tubuhku kau peluk erat. Aku berdiri mematung. Ada seribu satu tanya yang kuendapkan dalam kepala. Kau! Jangan-jangan ...[YS]
LAMUNAN Reviewed by rumahkayu on 08.22.00 Rating: 5 Kau sedang berpikir keras. Keras sekali. Bahkan kau tiada sadar aku telah mengetuk pintu dua-tiga kali, lalu menyerobot masuk lan...

Tidak ada komentar: