HUJAN DI LUAR JENDELA - RUMAHKAYU INDONESIA

728x90 AdSpace

Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Kamis, 24 November 2016

HUJAN DI LUAR JENDELA

Kau menatapku. Cukup tajam. Aku melihat permusuhan di matamu. Seolah bakal menusuk jantungku. Kemudian kembali sendu. Berbalik 180 derjat. Matamu cukup ramah. Belum pernah aku mata se ramah itu. Aku benar-benar tidak melihat sedikit pun bekas kemarahan di mata da nrona wajahmu.

"Aku bahagia bersamamu meski itu hanya meminum secangkir kopi pahit." Kamu melipat tangan di atas meja. Dagumu bertopang di atas punggung tangan. Begitu manja. Ya benar-benar begitu mana. Ingin aku membelai tanganmu. Aku abaikan. Detak jantungku belum berobah akibat sorot mata jahatmu satu menit yang lalu.

Aku memandangmu. Semenjak kapan kamu memotong pendek rambut. Apakah semenjak pertengkaran semalam. Aku meninggalkan kamu di kamar. Aku hanya ingin meninggalkan kamu. Sama sekali tidak ada alasan. Kau tahu tidak semua hal harus ada alasan.

Akhirnya aku gerakkan juga tanganku. Aku belai wajahmu. Kau menggesekkan pipimu di telapak tanganku. Kemudian air mata itu jatuh berderai tanpa suara. Kenapa suasana hati perempuan cepat berubah. Sebentar marah, sebentar bahagia, sebentar menangis.

"Aku percaya kamu yang terbaik," ujarku. Aku sodorkan sapu tangan buat menghapus air matamu. Kamu hanya diam. Dadamu berguncang. Memaksa aku harus berdiri. Memelukmu dari belakang. Menghapus air matamu.

"Kau yang terbaik buatku. Jangan menangis lolipop kecilku," bisikku di telingamu. Kau rupanya baru saja sehabis keramas menjelang sampai pada pertemuan ini. Aroma rambutmu benar-benar nyata. Sempat-sempatnya kau keramas, padahal hatimu lagi kacau.

(ali)
HUJAN DI LUAR JENDELA Reviewed by Alizar Tanjung on 20.39.00 Rating: 5 Kau menatapku. Cukup tajam. Aku melihat permusuhan di matamu. Seolah bakal menusuk jantungku. Kemudian kembali sendu. Berbalik 180 derjat....

Tidak ada komentar: