BEBERAPA HAL YANG BISA MEMBUNUHMU--UNTUKMU: AKU YANG LAIN (Bagian 1) - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Kamis, 01 Desember 2016

BEBERAPA HAL YANG BISA MEMBUNUHMU--UNTUKMU: AKU YANG LAIN (Bagian 1)



Oleh: Fitria Osnela
Sumber: Jogja News
Siapakah aku yang lain? Bukankah aku adalah aku? Hanya aku. Tapi saat ini, aku berusaha membagi diriku menjadi dua bagian yang terpisah lorong waktu. Masa lalu dan saat ini. Aku tak ingin dulu bicara tentang masa depan. Sebab masa depan adalah hitam yang tak mungkin aku masuki kecuali dengan ‘perandaian’ dan ‘impian’. Impian masa depanku biarlah kulekatkan saja pada kekuatan tekad dan do’a-do’a. Biar Tuhan saja yang  kelak memberi warna.
Sekali lagi, ini hanya tentang aku dan aku yang lain. Pada perjalanannya kami mungkin akan bercerita sebagai ‘aku’ dan ‘kamu’. Baiklah. Aku akan mulai menceritakan beberapa pengakuan tentang kamu. Pengakuan berbahaya, sebab beberapa diantaranya barangkali adalah hal-hal yang bisa membunuhmu.  Pengakuan tentang kamu yang akhir-akhir ini membuatku kembali memeluk kenangan. Aih. Kenangan itu: ada yang ingin kubiarkan lepas, ada yang tak ingin kulepas, ada yang membelenggu dan tak bisa lepas. Pada akhirnya, setiap jenis kenangan itu tak ada yang benar-benar nyata yang bisa aku sentuh. Meski demikian, aku akan coba mengambil apa-apa yang akan membuatku belajar untuk menjadi lebih baik, menjadi diriku sendiri.
         Pengakuanku yang pertama adalah tentang Ragu. Ragu barangkali adalah sesuatu yang tak berbangsa. Itu sebab, ada petuah yang mengatakan bahwa jika kau ragu, tinggalkan. Tak perlu berkawan dengan ragu. Ragu membuatmu sulit mengambil keputusan. Dan itu sungguh tidak asyik. Tidak asyik itu rasanya seperti kopi susu yang terlalu manis. Enek. Mau ke sana khawatir, mau ke situ  cemas, mau tetap di sini gelisah. Aku mengambil seperangkat kenangan tentang kamu yang dikuasai ragu. Sungguh, kamu tidak teguh pendirian sekali.  Kamu mengkhawatirkan banyak hal, tentang apa-apa yang belum terjadi. Kamu mencemaskan sesuatu yang tidak ada. Kamu gelisah pada kehampaan. Kamu sibuk memikirkan  apa-apa yang kamu khawatirkan, apa-apa yang kamu cemaskan, sehingga kamu menjadi gelisah. Kamu takut pada kekhawatiran dan kecemasanmu sendiri. Ah, kamu begitu menyedihkan.  Tahukah kamu, Ini adalah hal pertama yang membunuhmu. Sungguh, aku tak ingin menutup-nutupinya darimu. Kamu harus tahu yang sebenarnya. Kamu tahu, kebenaran seberapapun menyakitkannya tetaplah kebenaran. Tak boleh kamu menyangkalnya.
            Rasa bersalah. Rasa bersalah itu serupa kuku yang terus tumbuh. Jika sudah panjang, potonglah sampai batas nyaman yang kamu senangi. Jika melewati batas, dia hanya akan menyakiti kamu. Kamu akan kesulitan menjalankan aktivitas dengan tangan atau kakimu. Coba bayangkan, bagaimana jika kamu punya kuku kaki atau kuku tangan yang panjangnya sekitar 30 cm. Bisakah kamu memakai sepatu dengan nyaman? Atau makan tanpa menggunakan sendok dengan begitu lahap?
Begitupun halnya rasa bersalah yang berlebihan. Bukankah segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik? Hey, aku menatapi kamu pada suatu ketika dalam lorong waktu itu. Kamu, dengan perasaan merasa bersalahmu yang terlalu berlebihan. Kamu yang seorang pemikir, pemikir yang hanya memikirkan tentang dirimu. Tentang apa-apa yang telah kamu lakukan pada oranglain. Tentang apa-apa yang telah membuat oranglain terluka tersebab akan dirimu. Dan kamu menyesalinya. Dan kamu mengevaluasi dirimu dengan begitu keras seolah-olah kamu telah merenggut suatu hal yang sangat berharga dari oranglain. Dan kamu mengingat kembali tentang kesalahanmu. Berkali-kali. Dan pada akhirnya itu hanya menyakiti dirimu sendiri.
Kamu lupa, bahwa orang-orang tidak melulu berpikir dengan cara yang sama. Sudahlah, sesuatu yang berlebihan itu sungguh tidak baik. Tetaplah berada pada batas normal. Jika kamu bersalah pada oranglain, akui. Mintalah maaf. Jadikan pembelajaran. Jangan jadikan pembenaran sebagai alasan. Jika oranglain tidak mau memaafkanmu, berhentilah memohon. Itu bukan lagi urusanmu. Biarkan Tuhan saja yang mengambil sisanya. Oke?
Hmm... Kamu tentu tidak lupa bahwa pengakuan itu hanyalah dua dari beberapa hal yang bisa membunuhmu. Tunggu saja, besok atau lusa aku akan membuat pengakuan-pengakuan lainnya. (Rumah, 30/11.2016)
BEBERAPA HAL YANG BISA MEMBUNUHMU--UNTUKMU: AKU YANG LAIN (Bagian 1) Reviewed by Retno Purwa on 01.50.00 Rating: 5 Oleh: Fitria Osnela Sumber: Jogja News Siapakah aku yang lain? Bukankah aku adalah aku? Hanya aku. Tapi saat ini, aku berusaha ...

Tidak ada komentar: