Malam Ini Pementasan dan Peluncuran - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Rabu, 21 Desember 2016

Malam Ini Pementasan dan Peluncuran

Novel Cincin Kelopak Mawar


Dua karya koreografer tari kontemporer nasional asal Sumbar, Jony Andra,  akan ditampilkan pada pementasan, di Taman Budaya Sumbar, Jumat (16/7) malam ini. Pementasan tari itu, bersamaan dengan peluncuran novel Cincin Kelopak Mawar, karya Firdaus Abie.

Kedua tari karya anak Padang itu, Cincin Kelopak Mawar dan Dendang Tengkorak. Masing-masing memiliki karakter dan gerakkan yang memikat dan memiliki dasar-dasar kekayaan seni dan beladiri asal ranah Minang. Khusus tari Cincin Kelopak Mawar pernah dipentaskan di Padang, Pekanbaru dan Lampung, 2010.

Saat itu, ide tarinya berangkat dari cerpen. Pementasan saat ini, berangkat dari novel yang merupakan pengembangan dari cerpen pemenang II Sayembara Cerpen A.A Navis Award 2007.

Menurut Jony Andra, kisahnya dari kedua naskah tari ini berangkat dari persoalan keseharian dalam masyarakat. Diskripsi Cincin Kelopak Mawar, ketidakpedulian sejumlah orang terhadap larangan-larangan yang ada di kampungnya, walau sesungguhnya mereka tahu, berdukun terlarang di kampungnya. 

Mereka paham, pacaran adalah aib di kampungnya. Larangan dan pantangan sejak masa lalu, ternyata tak menyurutkan nyali mereka. Sanksi sosial yang dijatuhkan orang kampung, dibuang sepanjang adat, diusir dari kampung dan tak diizinkan lagi untuk pulang, sekali pun hanya jasad, tak membuat Badri dan Rabiatun jera.

Badri dan Rabiatun bermain api. Keduanya memanfaatkan waktu-waktu sempit. Keduanya mencuri-curi kesempatan untuk menjalin hati di tempat-tempat berbeda. Kedekatan hubungan keluarganya, dimanfaatkan untuk merajut hati itu.

Di balik jalinan hati yang hendak direkat, diam-diam keduanya justru terjebak pada prilaku masing-masing. Rabiatun terjerat cincin yang melingkar di jari manisnya. Badri terkepung oleh perangai tak senonohnya.

Di satu sisi, Badri sangat mencintai Rabiatun, teman kecilnya. Di sisi lain, Badri juga tak bisa mengelak dari ancaman Mirna. Perempuan itu memaksakan agar Badri menerima hatinya, sementara Badri tak pernah merasakan apa pun pada Mirna. Jika menolak, Mirna akan membeberkan perangai Badri sesungguhnya kepada orang kampung. Badri sangat takut jika itu terjadi.

Sedangkan tari Dendang Tengkorak  berangkat dari pertentangan mengenai falsafah Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, dan perilaku yang menjadi kebiasaan masyarakat Minangkabau terutama kaum laki-laki.

Ketika cintanya bertepuk sebelah tangan mereka (para lelaki) menggunakan media gasiang tangkurak untuk mengguna-gunai (efek yang diberi adalah gila) perempuan yang dicintainya.

Hal ini lebih logis agar bisa mendapatkan cinta wanita tersebut. Kepercayaan bahwa laki-laki lebih hebat dari perempuan sudah sangat mendarah daging, akan tetapi dengan adanya gasiang tangkurak ini jugalah yang menjadikan laki-laki menjadi sangat lemah saat cintanya ditolak tersebut.

Namun dalam hal yang lebih kekinian, perempuan pun tidak lagi asing untuk melakukan praktek tersebut, walaupun menjadi hal yang diluar kebiasaan yang pernah ada disepanjang tradisi gasiang tangkurak. Pergeseran gender mungkin menjadi topik tersendiri.

Perempuan dalam pandangan Minangkabau yang menjadi aktor yang berpengaruh besar, seperti dalam hal keturunan, dan bundo kanduang yang mempunyai kekuasaan melebihi penghulu pada perempuan pun praktek gasiang tangkurak menyadarkan bahwa perempuan yang secara kultural telah tersistem untuk menjalankan dan menerima tradisi patriaki.

Perempuan tidak mesti lemah dan menerima keadaan, tidak salah untuk agresif. Jangan ada lagi stigma yang mengatasnamakan perempuan sebagai objek, yang dikekang oleh pandangan patriaki dalam kehidupannya. Dan pun, dendang tengkorak menyadarkan kaum laki-laki untuk kembali intropeksi dalam hubungan sosial, hubungan antar gender.

Pesan yang tak hanya untuk masyarakat Minangkabau yang selama ini memegang asas matrilineal, tapi juga bagi kaum sosial yang ada. Karena pada saat ini setiap orang masih dengan mudah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. (*)

Wartawan : Syawaluddin - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 16 December 2016
http://www.koran.padek.co/read/detail/75057/Malam_Ini_Pementasan_dan_Peluncuran
Malam Ini Pementasan dan Peluncuran Reviewed by rumahkayu on 16.44.00 Rating: 5 Novel Cincin Kelopak Mawar Dua karya koreografer tari kontemporer nasional asal Sumbar, Jony Andra,  akan ditampilkan pada pementasa...

Tidak ada komentar: