Penulis: Menulis Atau Curhat? - RUMAHKAYU INDONESIA

728x90 AdSpace

Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Senin, 26 Desember 2016

Penulis: Menulis Atau Curhat?

Oleh: Retno Purwa





Sumber: azharologia.com

Azhar Nurun Ala, pemuda kelahiran Lampung Tengah 23 tahun silam ini jatuh cinta pada sastra sejak duduk di bangku kuliah strata satu jurusan gizi di Universitas Indonesia. Berawal dari menulis rutin di blog pribadinya, azharologia.com, kini Azhar telah menerbitkan lima judul buku, di antaranya Antologi Prosa Ja(t)uh (2013), Novel Tuhan Maha Romantis (2014), Novel Seribu Wajah Ayah (2014), Memoar Cinta Adalah Perlawanan (2015), dan Novel Konspirasi Semesta (2016).
            Senada dengan judul laman blog pribadinya, Azhar mengungkapkan bahwa tujuan utamanya menulis adalah untuk merapikan kenangan. “Syukur-syukur kalau bermanfaat juga untuk orang lain.” Imbuhnya.
            Menilik beberapa buku yang pernah ia tulis, seperti Ja(t)uh, Tuhan Maha Romantis dan Cinta Adalah Perlawanan, tidak dipungkiri jika sebagian besar tulisan Azhar terinspirasi dari kehidupan nyata. Sementara sebagian kecil lainnya ia akui sebagai khayalan atau hal-hal yang ia harapkan benar-benar terjadi dalam hidupnya.


“Sebagaimana kebanyakan penulis amatir, saya mulai menulis dari apa-apa yang saya tahu, rasa, dan alami. Biasanya, yang paling berpengaruh itu perasaan jatuh cinta, haru dan kehilangan.” Bagi Azhar, berani menuangkan perasaan ke dalam tulisan merupakan sebuah keberhasilan. Jika ingin menuliskan kisah pribadi, harus benar-benar penuh penghayatan dan kejujuran. Secara tidak langsung, curhat dapat juga dijadikan sebagai salah satu proses untuk melahirkan sebuah tulisan yang indah.
            Azhar juga menambahkan, bahwa hakikat sastra yakni bermanfaat sekaligus menghibur sehingga tidak ada persoalan apakah tulisan itu melibatkan sisi emosional penulis atau tidak. Termasuk perihal proses kreatif yang ditempuh masing-masing penulis, mutlak menjadi hak si penulis itu sendiri untuk bebas menentukan cara terbaiknya dalam menciptakan sebuah karya. Salah satunya, dengan menuangkan perasaannya ke dalam tulisan.
             “Jangan pernah berhenti belajar. Jangan mudah puas. Dan niatkanlah proses penulisan sebagai satu cara untuk menambah timbangan kebaikan, di dunia dan akhirat,” pesan Azhar untuk para penulis muda agar dapat menghasilkan karya-karya yang berkualitas, terlepas dari bagaimana proses yang ia tempuh dalam melahirkan sebuah tulisan.
Penulis: Menulis Atau Curhat? Reviewed by Retno Purwa on 03.18.00 Rating: 5 Oleh: Retno Purwa Sumber: azharologia.com Azhar Nurun Ala , pemuda kelahiran Lampung Tengah 23 tahun silam ini jatuh ...

Tidak ada komentar: