PROSA: Untukmu - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Kamis, 01 Desember 2016

PROSA: Untukmu

Oleh: Sahila Daniara
Sumber: wallcoo.com

Adalah hal yang lumrah ketika kita tertarik pada seseorang. Bukankah itu tanpa direncanakan? Ia terjadi begitu saja. Bahkan sebelumnya pun kita tak pernah tahu bahwa esok harinya kita akan jatuh hati pada orang itu. Kadang kita juga berpikir, kenapa harus “dia”?  Ya, begitulah hakikatnya cinta bekerja. Tiba-tiba saja, hari ini kita tersadar bahwa orang itu telah masuk dan menempati celah-celah kecil dihati kita. Seperti dirinya yang tanpa kusadari, telah masuk terlalu jauh. Ya, jauh.

Ingin kutuntun kembali agar dia berbalik arah dan kembali mengosongkan celah yang telah terisi olehnya. Namun sayangnya, aku tak pernah benar-benar tau dimana dia ada dan bagian mana dari hati ini yang telah ditempatinya. Entahlah. Entah dia yang benar-benar susah untuk kusuruh pergi, atau aku sendiri yang benar-benar tidak ingin membiarkan dia untuk pergi.

Mata itu, entah kenapa aku selalu suka mata itu. Dia, si pemilik mata penuh rahasia. Dan tiap kali aku menatap punggung itu, ingin kuteriakkan dengan kencang: menolehlah! Ada aku yang melihatmu dari sudut ini. Namun sayangnya, sampai hari ini itu semua tak pernah kulakukan.

Kadang terlalu bodoh jika berpikir dia bisa tahu tentang rahasia hati ini. Terlalu konyol jika berpikir tiap kali aku menatapnya debar aneh ini tersalurkan. Bodoh dan menyesakkan.

Tapi ya begitulah. Semua orang punya cara dengan perasaannya. Maju dan katakan, atau diam dan tetap di tempat. Aku memilih yang kedua. Diam dan tetap di tempat. Aku hanya perlu mengandalkan takdir bekerja, karna takdir selalu bekerja dengan benar.
 
Aku tersenyum kecil, membiarkannya berlalu seperti biasa dan menggantungkan harapan diam-diam agar sepasang mata misterius itu memang diciptakan untuk bebas kutatap. Semoga, nanti.~
PROSA: Untukmu Reviewed by Retno Purwa on 01.15.00 Rating: 5 Oleh: Sahila Daniara Sumber: wallcoo.com Adalah hal yang lumrah ketika kita tertarik pada seseorang. Bukankah itu tanpa direncanakan?...

Tidak ada komentar: