PESAN SEKARANG: WAJAH-WAJAH DI BINGKAI JENDELA - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Rabu, 07 Desember 2016

PESAN SEKARANG: WAJAH-WAJAH DI BINGKAI JENDELA

“Wajah-wajah di Bingkai Jendela”, seperti sedang mengamati etalase perempuan dengan aneka pikiran yang tak terduga dan setumpuk keinginan yang terperam. Buku yang bagus untuk calon ibu, calon istri, calon kekasih atau siapa pun yang pernah berhubungan dengan perempuan. Cerpen-cerpen yang terhimpun dalam “Wajah-wajah di Bingkai Jendela” ini, terbilang menarik, beberapa di antaranya bahkan ada yang sudah memiliki wajah juara, seperti; ‘Cinta Dari Ujung Cilaki’, ‘Ekspedisi Lantena’, ‘Hayati’, ‘Lontong Balango’, ‘Ponsel Dinah’, ‘Pulau Perahu’, dan ‘Yang Melukis dengan Hujan’. 


(Boni Chandra, Cerpenis) 


BEBERAPA penulis dalam buku ini, mulai tak asing bagi saya, setelah membaca buku antologi puisi ‘Tanda Mata’, ‘Secangkir 4 Rasa’ dan novel ‘Aku Tak Pernah Mencintaimu’. Sebut saja Rieska Praditya Ernaningtyas (RPE), Fitri Adona, Gusdi Sastra, Suhendra, Deddy Askianto, dan Zulmasri Putra Areta. Cerpen-cerpen mereka di buku ini, menjawab rasa penasaran saya. Yang puitik, aneh dan kadang tak perlu dipahami, mewakili gambaran berbagai karakter manusia dan diceritakan dengan kocak, cemerlang, bengis bahkan absurd. Hal ini membuat saya tak berhenti hingga menyelesaikan 349 halamannya. ‘Wajah-wajah di Bingkai Jendela’, adalah salah satu dari sekian
banyak buku yang pantas dikoleksi. Tiga puluh dua cerpen di dalamnya, saling mendukung satu dengan yang lain, sehingga buku ini menjadi bacaan yang tak hanya sekedar bacaan. Salam sukses untuk semua penulis.


(Mb. Ramji, Penulis)

JUDUL: WAJAH-WAJAH DI BINGKAI JENDELA
HARGA: 65.000
HALAMAN: 350 halaman
PEMESANAN: langsung Melalui Rieska Praditya Ernaningtyas

PESAN SEKARANG: WAJAH-WAJAH DI BINGKAI JENDELA Reviewed by Alizar Tanjung on 19.37.00 Rating: 5 “Wajah-wajah di Bingkai Jendela”, seperti sedang mengamati etalase perempuan dengan aneka pikiran yang tak terduga dan setumpuk keingin...

Tidak ada komentar: