HUJAN YANG MEMULANGKAN RINDU - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Selasa, 10 Januari 2017

HUJAN YANG MEMULANGKAN RINDU




Apa yang harus kuceritakan untuk membahasakan kenyamanan demi kenyamanan yang menyelinap ke dalam hati di setiap kali hujan membumi? Tentang cangkir-cangkir berisi kopi? Atau tentang rindu-rindu yang tak pernah akan padam apalagi mati? Atau barangkali tentang kenangan-kenangan yang tiba-tiba muncul sendiri? Entahlah! Hujan selalu menjadi hal paling magis yang mampu memantrai hati hingga rindu hadir tak terperi.

Percaya atau tidak, setiap kali hujan turun, aku akan dikubur dalam-dalam ke dasar segala kenangan, entah itu tentang waktu-waktu yang kita berdua susuri bersama, atau tentang lagu-lagu yang kita lantunkan kala senja saat surya berada di bibir laut dan jingga sedang merona dengan indahnya. Entah itu kenangan tentang masa yang mana, rindu yang mana, lagu yang apa, tegukan kopi yang keseribu berapa, hujan selalu tahu kapan tepatnya ia mesti turun, membawa berkarung-karung rasa dan masa, lalu membuatku kian dirundung rindu tak tertanggung.

Hujan yang mengundang kenangan demi kenangan adalah semisal malam yang membangunkan bintang gemintang. Setiap kali gerimis turun satu-satu, lalu melebat, dan langit menggelap, selalu ada saja rindu yang menguar dari jiwa, seperti tempiar hujan yang mengembun di kaca jendela. Serta merta potongan demi potongan cerita akan berseliweran seenaknya, episode demi episode akan ganti berganti muncul, episode sejak kali pertama saling bertatap muka, saling melempar senyum dan membagi tawa, berkirim salam dan kata-kata, hingga saling menjatuhkan hati dan melukai. Hujan menggiring gerombolan masa dan rasa yang entah itu seperti memulangkan gembalaannya ke kandang. Hingga hujan menjadi momentum yang mustahil kudustai dan kuingkari, bahwa saat ia turun selalu menjadi waktu yang menyenangkan dan menenangkan.

Bolehlah kita katakan bahwa hujan dan rindu-rindu seperti ritual yang sering kali memang kita nantikan. Saat saling berjauhan, hujan adalah penaut hati yang kesepian, untuk sama-sama tenggelam dalam masa-masa silam, walau sama-sama berada di ranah yang terpisah. Lalu di tengah hujan yang sedang lebat-lebatnya, kala kaca jendela sedang diselimuti embunan hujan, bersama kepulan asap dari cangkir entah itu kopi kesukaanku atau teh kecintaanmu, kita akan saling melempar kata; aku rindu! Itu saja. Tak lebih, tak kurang, tak banyak, tak berubah. Itu saja!

Oh Sayang, adakah hujan yang memulangkan rindu ataukah rindu yang mengundang hujan? Entahlah katamu, yang jelas kita sama-sama tahu bahwa kita melulu saling merindu, dan hujan selalu menjadi salah satu musababnya.[YS]
HUJAN YANG MEMULANGKAN RINDU Reviewed by Yusrina Sri on 18.27.00 Rating: 5 Apa yang harus kuceritakan untuk membahasakan kenyamanan demi kenyamanan yang menyelinap ke dalam hati di setiap kali hujan membumi?...

Tidak ada komentar: