MAUKAH KAU MEMBERIKAN SEDIKIT SAJA RINDUMU UNTUKKU? - RUMAHKAYU INDONESIA

728x90 AdSpace

Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Kamis, 12 Januari 2017

MAUKAH KAU MEMBERIKAN SEDIKIT SAJA RINDUMU UNTUKKU?


Seseorang datang kepadaku pagi-pagi buta. Bahkan daun jendela saja masih terkatup, belum sempat kubuka. Mukena masih membaluti tubuhku. Ia mengetuk-ngetuk pintu tergesa-gesa.

"Kau Perindu?"

Aku mengangguk perlahan dengan raut muka curiga. Jarang sekali orang mencariku. Aku sudah kadung terbiasa hidup dalam kelengangan. Sepi adalah teman yang paling menyenangkan yang selalu tahu cara terbaik untuk membahagiakan seseorang yang gemar bersepi-sepi sepertiku.

"A-aku ..." ia tergagap. "bila kau memang Perindu, k-kau ..."

"Ya," sosorku. Ia membuatku gusar.

"Berikan sedikit saja rindumu kepadaku!"

Aku terhenyak. Apa pula ini? Seumur-umur baru ini manusia yang mengetuk pintu rumahku hanya untuk meminta agar aku menyerahkan sedikit saja rinduku untuknya.

Keningku mengernyit. "Tolonglah," katanya.

"Untuk apa?" selidikku. Aku tak suka kesunyianku diganggu. Apalagi pagi-pagi buta. Tambah lagi, meminta-minta rinduku; bagian dari diriku sendiri!

"A-a .. aku ingin tahu rasanya dirindui," ujarnya pelan. Sangat. Bahkan barangkali rendahnya suara angin tak mampu menyainginya. Wajahnya mengiba. Bukan untuk membuatku iba. Entahlah!

Saat kokok ayam sekali lagi terdengar, ia masih berdiri di anak jenjang menatap iba padaku yang berdiri di balik daun pintu yang hanya terkuak sedikit, sekadar untuk melongokkan kepala saja. Ia tengah menunggu. Haruskah kusedekahkan sedikit saja dari bagian rindu yang kumiliki-bagian dari diriku-untuk kali pertama selama aku hidup? Yang itu artinya aku akan mulai terbiasa tanpa kelengangan, sebab dengan demikian ia akan mulai menemaniku. Memberikan rindu untuk seseorang, berarti memberikan segenap hati dan jiwa padanya seorang.

Aku tak tahu harus memberinya jawaban apa![YS]
MAUKAH KAU MEMBERIKAN SEDIKIT SAJA RINDUMU UNTUKKU? Reviewed by Yusrina Sri on 18.51.00 Rating: 5 Seseorang datang kepadaku pagi-pagi buta. Bahkan daun jendela saja masih terkatup, belum sempat kubuka. Mukena masih membaluti tubuhku. ...

Tidak ada komentar: