MEMERCAYAKAN HATI - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Senin, 23 Januari 2017

MEMERCAYAKAN HATI



Katamu, memercayakan hatimu pada seseorang berarti menyerahkan segenap jiwa dan ragamu utuh dan penuh padanya. Awalnya kukira tak mesti berlebihan seperti itu. Nyatanya, kau benar. Kau benar seutuhnya. Tetiba, seseorang asing hadir, tanpa menegurkan sedikit kata pun untuk menyapa. Ia seketika membuatku memercayakan hati padanya. Sialnya, aku tak tahu, seberapa ingin ia menerima hatiku, atau setidaknya, kenalkah ia denganku?

Suatu waktu, seperti hari ini misalnya, aku lagi-lagi ingat padamu, pada kata-katamu; terutama tentang memercayakan hati. Tanpa tahu di rimba mana kau tersesat, di bumi mana kau berpijak, dan di langit mana kau bernaung, aku mengingatmu lagi. Seseorang yang dulu memercayakan hatinya padaku, yang sayangnya aku tiadalah bisa menerimanya, jangankan sepenuhnya, sedikit bagian saja tidak. Seperti katamu lagi, kelak akan tiba masanya, dengan sendirinya, dengan tanpa alasan yang bisa ditemukan, aku akan memercayakan pula hatiku pada seseorang.

Dan kau benar. Lagi. Sayangnya, seperti halnya kau, hatiku pun tak menemukan dermaga untuk berlabuh, tak mendapat sambutan atas penyerahan hatiku. Ia yang entah mengapa kupercayakan hatiku padanya, seperti halnya aku padamu dulu, pun tak menyambut uluran itu.

Lalu, seperti kau, agaknya aku pun akan berkelana. Ke mana saja. Hingga kelak, saat ia tetiba bertemu seseorang dan tanpa sebab ia memercayakan hatinya pula pada seseorang itu, maka ia pun akan mengingatku semisal aku mengingatmu, dan ia setidaknya akan berkata bahwa aku benar. Tanpa ia tahu di rimba mana aku tersesat, di bumi mana aku berpijak, dan di langit mana aku bernaung. Ia lantas akan berkata bahwa ia mengingatku lagi. Persis seperti aku mengingatmu.[YS]
MEMERCAYAKAN HATI Reviewed by Yusrina Sri on 19.24.00 Rating: 5 Katamu, memercayakan hatimu pada seseorang berarti menyerahkan segenap jiwa dan ragamu utuh dan penuh padanya. Awalnya kukira tak mest...

Tidak ada komentar: