[KUTIPAN CERPEN] DI DALAM BIRU HATIKU - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Senin, 06 November 2017

[KUTIPAN CERPEN] DI DALAM BIRU HATIKU


Keharuman sukma mewarnai derap langkah hembus sang angin, melambai menampar angan yang bias, angan dedaunan kepada embun, angan dedaunan kepada pagi. Sinar harapan membuka langitku ynag biru, di dalam biru hatiku. kusibak tirai yng menghalang di dalam hidupku, dan aku kembali, kembali melanjutkan rajutan hidupku yang belum selesai.
Tapi, semakin kusulam rajutan itu, membuatku semakin gelisah, semakin gundah. Ingin sekali aku seperti mereka yang bahagia dengan kehidupan mereka, yang tidak mengkhawatirkan mimpi-mimpi mereka. Hanya embun yang mengkhawatirkan mentari, hanya embun yang tak pernah beku, walau keegoan merajai diri. Aku yang selalu meyakinkan diriku sendiri dengan mimpi-mimpi yang semakin mengikatku pada satu kepastian, kepastian yang tak pasti. 
***


Tak ada yang akan kusalahkan dan tak akan ada yang mau aku salahkan. Aku hanya bisa memendam amarah dan benciku. Dia yang tak mengerti perasaanku, dia yang seenaknya mencambuk harga diriku dengan ucapannya yang berbisa.
***


Namun apa yang terjadi, kilat petir menghantam lukaku yang sudah meulai pulih dari sakitnya hunjaman duri. kabar ynag sedari dulu menghantui hari-hariku terjadi. Aku tidak menyangka begitu cepat api berkobar membakar air ynag selama ini kuteguk.
Mengapa terjadi? Mengapa sekarang? Mengapa tidak dari dulu saja dikatakan, di saat jalan begitu jelas terjal mendaki penuhlumpur dan kabut perih penyebab kelamnya pagi. Bencikah pasir kepada pantai? Ynag selalu pasang surut mengikis getirnya kesetiaan.
***


Kutipan Cerpen ini merupakan kutipan cerpen karya Adorada yang dikutip dari buku Antologi Cerpen "Melukis Langit" yaang diterbitkan oleh Rumahkayu, Januari 2016.

[KUTIPAN CERPEN] DI DALAM BIRU HATIKU Reviewed by Rumahkayu Indonesia on 19.42.00 Rating: 5 Keharuman sukma mewarnai derap langkah hembus sang angin, melambai menampar angan yang bias, angan dedaunan kepada embun, angan dedaunan...

Tidak ada komentar: