LINI (LITERATUR INDONESIA) DAN HUJAN YANG MENGGUYUR - RUMAHKAYU INDONESIA
Trending
Diberdayakan oleh Blogger.
Kamis, 23 November 2017

LINI (LITERATUR INDONESIA) DAN HUJAN YANG MENGGUYUR

Hujan semakin lebat saja, sebagaimana pengunjung semakin ramai saja. Malam semakin larut saja, saat saya berbicara berdua bersama Bung Aldo Zirsov. Tentu sebelum duduk berdua di atas panggung yang membuat saya merasa menjadi lebih tinggi beberapa puluh centimeter disebabkan kursi yang sulit saya duduki itu.

"Margin Kiri awalnya dijalankan secara serius oleh dua orang," ujar pemilik Aldo Zirsov Library yang buku-bukunya sudah mencapai 20 ribu judul. Setidaknya 11 ribu sudah terdata dalam katalog yang dirapikan betul.

Tentu yang dimaksud Margin Kiri adalah penerbit Margin Kiri yang dipegang oleh penghulu Rony Agustinus. Juragan Margin Kiri sudah mulai mengelola Margin Kiri semenjak 2005.

Pembicaraan ini tentu saja ada hubungan dengan pertemuan malam yang semakin diguyur hujan itu. Beberapa orang tamu undangan tidak dapat hadir, dikurung hujan lebat dan rasa rindu ingin bertemu di event LINI, Literatur Indonesia.

Pertemuan malam ini khusus pembicaraan mengenai dunia perbukuan alternatif di Sumatera Barat. Terkhusus dalam pandangan saya Kota Padang. Judul yang tercantum juga Bicara Sola Kepenulisan, Penerbit Alternatif. Sudah barang tentu topik diskusi sebelum duduk di atas panggung bakal lebih banyak seputar penerbit alternatif.

"Saya bukan penulis, saya pembaca. Rumah saya terbuka untuk bagi para pembaca, kawan untuk berdiskusi," ujar lelaki penggila buku ini yang sekarang juga aktif di Goodread Indonesia. Menurut Bung Aldo Zirsov dunia penerbitan alternatif adalah dunia yang seksi. Pasarnya sangat potensial. Tentu pula ini bakal menjadi jalan bagi para pelaku penerbit alternatif di Kota Padang ini yang masih terhitung jari.

Tentu pula saya utarakan kenapa LINI lahir sebagai alternatif diskusi kreatif. Saya utarakan kepada Bung Aldo Zirsov, saya ingin terus menginisiasi lahir penerbit-penerbit alternatif dan lahirnya pelaku-pelaku toko online seperti linibuku, menubuku, aksara corner. Salah satu menginisiasinya dengan digerakkannya event atau festival yang konsisten, profesional. Event yang baik bukanlah event yang langsung dibuat dalam skala besar, melainkan event sederhana yang dikelola secara konsisten dan mempunyai konsep yang jelas. Setidaknya demikian menurut pandangan saya.

LINI tentu pula dalam harapan saya bakal menjadi event yang alternatif yang dapat dilakukan secara konsisten. Terbuka untuk dunia sastra, seni, film, kebudayaan, industri kreatif, fotografi, disain. Tentu banyak hal yang dapat dilakukan dengan konsep yang sederhana dan konsisten.

Hujan perlahan-lahan reda. Malam semakin larut. Isi kepalaku terus bertukar pikiran dengan Bung